Selasa, 25 Desember 2012

makalah DASAR-DASAR STUDY MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM


 MAKALAH
DASAR-DASAR STUDY MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
(Dibuat Sebagai Bahan Presentasi Kelompok, Mata Kuliah       Manajemen Pendidikan islam)
Dosen : Drs.H.Jamiluddin yacub, M.S.I




Oleh :
Luluk Sintawati
Roy Hamdiati
SEKOLAH TINGGI AGAMA  ISLAM DARUSSALAM LAMPUNG
PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kasih-Nya tiada batas dan sayang-Nya melimpah kepada hamba-Nya. Atas rahmat dan pertolongan Allah, kami mampu menyelesaikan penyusunan makalah tentang “Dasar-Dasar Study Manajemen Lembaga Pendidikan Islam”.
Makalah tersebut kami susun dengan maksud sebagai bahan presentasi Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam, dan menjadikan penambahan wawasan sekaligus pemahaman terhadap manajemen pendidikan islam.
Harapan kami, semoga setelah penyusunan makalah ini selesai kami semakin memahami tentangDasar-Dasar Study Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran, kritik, serta bimbingan dari para dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami. Akhirnya kami mohon maaf atas segala kekurangan.







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL             . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
KATA PENGANTAR           . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
DAFTAR ISI                          . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii
BAB I. PENDAHULUAN    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1
BAB II.PEMBAHASAN      . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
1.Dasar-Dasar Study Manajemen Lembaga Pendidikan Islam    . . . . . . . . . . . . . 6
A.    Pengertian Dan Pentingnya Study Manajemen    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2
B.     Dasar-Dasar Manajemen    . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .8
C.     Beberapa Peran Manajer   . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .3
D.    Fungsi- Fungsi Manajemen      . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
E.     Tingkat Manajemen  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . 9
F.      Manajemen Menurut Islam           . . .  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
2.Manajemen Pendidikan Islam dan Implikasinya     . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
BAB III. PENUTUP              . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .9
Kesimpulan        . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . 9
Daftar Pustaka   . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .10


BAB I
PENDAHULUAN
Untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang bermutu tinggi, maka diperlukan pendidikan yang bermutu, berperadaban, efektif dan efisien. Karena SDM yang bermutu hanyalah dapat dibentuk, dikembangkan segala potensi dan kemampuannya melalui pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya.
Manajemen pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu memainkan peranan yang amat penting dalam mewujudkan system pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Manajemen system pendidikan amat penting karena proses penataan sumber daya pendidikan (pengelolaan tenaga kependidikan, kurikulum dan pembelejaran, keuangan, sarana dan prasarana  pendidikan, serta keterlibatan secara terpadu dan simultan antara pemerintah, sekolah dan masyarakat) perlu dimenej secara professional.
 Artinya seluruh sumber daya pendidikan yang ada, tidak akan berpengaruh dalam pembangunan SDM yang bermutu, apabila manajemen pendidikannya lemah. Dengan demikian, manajemen pendidikan yang professional merupakan salah satu kunci penting dalam membangun system pendidikan Nasional, dengan demikian akan dijelaskan lebih lanjut dalam makalah ini mengenai Dasar- Dasar Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.

                                                                             
                                                                             

BAB II
PEMBAHASAN
1.Dasar-Dasar Study Manajemen Pendidikan Islam.
A.Pengertian Dan Pentingnya Study Manajemen
·         Definisi Manajemen
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.[1]
Manajemen merupakan ilmu, kiat, seni dan profesi. Dikatakan sebagai ilmu, menurut Gulick (1965) dalam Satori (2006:10), karena manajemen dipandang sebagai suatu bidang pengetahuan yang secara sistematisberusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerjasama. Dikatakan sebagaikiat, menurut Follett, karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan para profesionalnya dituntun oleh suatu kode etik .sifat khusus yang utama manajemen adalah integrasi dan penerapan ilmu serta pendekatan analisis yang dikembangkan oleh banyak disiplin ilmu. Manajemen sebagai seni karena dalam melaksanakan fungsi dan prinsip manajemen dihadapkan kepada masalah-masalah yang kompleks yang membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki seni memimpin yang dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen sebagai profesi dilandasi oleh nilai-nilai etik organisasi yang membutuhkan keahlian khusus yang tidak sembarangan orang dapat melekukan pekerjaan manajerial secara professional seperti yang digariskan dalam kerangka ilmu manajemen pendidikan.
Hersey dan Blandchard (1982:3) mendefinisikan manajemen sebagai proses kerjasama melalui orang-orang atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi yang diterapkan pada semua bentuk dan jenis organisasi. Gulick (1965), ahli administrasi public Amerika, mengemukakan bahwa manajemen menjadi suatu ilmu jika teori-teorinya mampu menuntun manajer dengan kejelasan apa yang harus dilakukan pada situasi tertentu memungkinkan mereka meramalkan akibat-akibat dari tindakannya. Dalam perjalanannya sebagai suatu manajemen diuji dengan pengalaman. Robert Owen (1800-1828), seorang pionir manajemen personalia modern terkemuka, mengatakan bahwa manajemen perusahaan yang baik menguntungkan bagi sang majikan dan merupakan bagian pokok dari setiap pekerjaan manajer.[2]

·         Pentingnya Study Manajemen

Manjemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, da masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsure-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.[3]
Selain itu, manajemen merupakan suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.[4]
Adapun unsur-unsur manajemen itu terdiri dari: man, money, methode machines, materials, dan market. Disingkat 6 M.
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Timbul pertanyaan tentang: apa yang diatur, apa tujuannya diatur, mengapa harus diatur, siapa yang mengatur dan bagaimana mengaturnya.
1.      yang diatur adalah semua unsure manajemen, yakni 6 M.
2.      Tujuannya  diatur adalah agar 6 Mlebih berdaya guna dalam mewujudkan tujuan.
3.      Harus diatur supaya 6 M itu bermanfaat optima, terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik dalam menunjang terwujudnya tujuan organisasi.
4.      Yang mengatur adalah pimpinan dengan kepemimpinannya yaitu pimpinan puncak, manajer madya, dan supervise.
5.      Mengaturnya adalah dengan melakukan kegiatan urut-urutan fungsi manajemen tersebut.[5]
B.Dasar-Dasar Manajemen
Dasar-dasar manajemen adalah sebagai berikut:
1.      Adanya kerja sama di antara sekelompok orang dalam ikatan formal.
2.      Adanya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai.
3.      Adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur.
4.      Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
5.      Adanya sekelompok orang dan pekerjaaan yang akan dikerjakan.
6.      Adanya human organization.[6]
C. Beberapa Peran Manajer
            Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan orang lain serta bertanggungjawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan. Kepemimpinan adalah gaya seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif sesuai dengan perintahnya. Asas-asa kepemimpinan adalah bersikap tegas dan rasional, bertindak konsisten dan berlaku adil dan jujur.[7]
            Selanjutnya, manajer memiliki peranan tertentu dalam menjalankan organisasi. Menurut HenriMintberg seperti dikutip D.Sujana dari Sumidjo bahwa peranan manajer itu  ada tiga, yaitu peranan yang bersifat interpersonal, informasional, dan pengambil keputusan.
1.      Peranan yang bersifat interpersonal mencakup tiga hal,yaitu sebagai Figur, pemimpin dan penghubung.
2.      Peranan manajer yang bersifat, informasial yaitu sebagai Monitor, Desiminator, dan Juru bicara.
3.      Peranan manajer sebagai pengambil keputusan mencakup empat subperan , yaitu sebagai entrepreneur, penghadang kesulitan, pengatur sumber, dan wakil organisasi dalam membina hubungan kerja.[8]
D.Fungsi Manajemen
            Fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para penulis tidak sama, tergantung pada sudut pendekatan dan pandangan mereka. Untuk bahan perbandingan di kemukakan pembagian fungsi-fungsi manajemen pada tabel 1.1 di bawah ini
TABEL 1.1
FUNSI-FUNGSI MANAJEMEN
G.R. Terry
John F.Mee
Louis A.Allen
MC. Namara
1.            Planning
2.            Organizing
3.            Actuating
4.            Controlling

Planning
Organizing
Motivating
controlling
Leading
Planning
Organizing
 controlling
Planning
Programming
Budgeting
System
Henry Fayol
Harold Koontz
Cyril O’Donnel
Drs.P.Siagian
Prof. Drs. Oey
Liang Lee
1.      Planning
2.      Organizing
3.      Commanding
4.      Coordinating
5.      Controlling
Planning
Organizing
Staffing
Directing
Controlling
Planning
Organizing
Motivating
Controlling
Evaluation
Perencanaan
Pengorganisasian
Pengarahan
Pengkoordinasian
pengontrolan
W.H. Newman
Luther Gullick
Lyndall F. Urwick
John. D.Millet
1.            Planning
2.            Organizing
3.            Assembling
       Resources
4.            Directing
5.            Controlling
6.             
7.

Planning
Organizing
Staffing

Directing
Coordinating
Reporting
budgeting
Forecasting
Planning
Organizing

Commanding
Coordinating
Controlling

Directing

facilitating

Fungsi-fungsi ini pada dasarnya harus dilaksanakan oleh setiap manajer secara berurutan supaya proses manajemen itu diterapkan secara baik.[9]
            Berdasarkan beberapa rumusan fungsi manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, menunjukkan ada beberapa kata yang berbeda. Namun demikian, kalau kita pahami dalam implementasinya pendapat-pendapat tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien dengan melibatkan berbagai potensi yang ada. Fungsi dan prinsip manajemen pendidikan membutuhkan keterlibatan semua unsure organisasi baik secara individu maupun kelompok dibawah wewenang dan koordinasi pimpinan insti tusi pendidikan. Kepemimpinan pendidikan harus mampu memberdayakan semua sumber daya pendidikan menuju perbaikan yang terus menerus sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.[10]
E.Tingkat Manajemen
Sesuai dengan fungsi dan tugas manajer, manajemen dibagi menjadi tiga tingkatan sebagai berikut:
1.      Manajemen Tingkat Atas (Top Management)
Manajemen tingkat atas merupakan tingkatan tertinggi dalam piramida manajemen, yang terdiri dari eksekutif puncak dalam organisasi. Termasuk kedalam top management, antara lain direktur utama, presiden, wakil presiden, gubernur, wali kota, dan rektor. Manajemen puncak menggunakan waktunya untuk membuat rencana jangka panjang perusahaan.
2.      Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
Manajemen tingkat tengah berada di tengah-tengah hierarki organisasi. Mereka bertanggung jawab atas manajer lain yang memiliki tingkatan lebih rendah dan kadang-kadang terhadap beberapa karyawan operasional. Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Beberapa tugas manajemen tingkat menengah, antara lain menentukan berapa banyak jumlah salesman untuk suatu wilayah, menentukan peralatan untuk pabrik baru perusahaan atau menilai hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka. Mereka juga bertanggung jawab terhadap manajer yang lebih senior. Termasuk dalam manajemen tingkat menengah, antara lain kepala divisi, kepala bagian, kepala seksi, kepala cabang dan dekan.
3.      Manjemen Lini Pertama (First Line Management)
Tingkatan paling rendah dalam sebuah organisasi yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain yang disebut manajemen lini pertama atau tingkat pertama. Mereka tidak perlu mengawasi manajer lain. Mereka bertanggung jawab secara terperinci atas hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka dan harus mengevaluasi setiap hari bahkan setiap jam. Mereka juga bertanggung jawab untuk menerapkan rencana manajemen tingkat menengah di lapangan. Termasuk dalam manajemen lini pertama, antara lain supervisor, pengawas, pelatih, dan foreman.
Pada tingkatan manapun, manajer harus memiliki kemampuan untuk berhasil, termasuk kemampuan bekerja di dalam tim, kemampuan untuk membuat rencana dan melaksanakan rencana jangka panjang, keberanian mengambil risiko, dan keahlian interpersonal.

Secara mendasar, keahlian dalam manajemen dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
1.      Keahlian Teknis (Technical Skill)
Keahlian teknis merupakan kemampuan manusia untuk menggunakan prosedur, teknik, dan pengetahuan dalam bidang khusus. Keahlian teknis sangat dibutuhkan oleh manajer di lini pertama karna mereka sering terlibat dengan para pekerja yang mengoperasikan mesin, para salesman, atau bahkan para programmer yang membutuhkan pegarahan untuk menyelesaikan tugas yang kompleks.
2.      Keahlian Interpersonal (Interpersonal Skill)
Keahlian interpersonal berarti keahlian untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi orang lain sebagai individu atau dalam kelompok. Termasuk dalam keahlian ini, antara lain kemampuan untuk berkomunikasi, memimpin, memberi motivasi kepada pekerja lain untuk menyelesaikan tugas. Mereka juga harus berinteraksi dengan atasan mereka serta orang lain di luar wilayah kerjanya.
3.      Keahlian Konseptual (Conseptual Skill)
Keahlian konseptual mengacu pada kemampuan untuk mengkordinasikan dan mengintegrasikan semua kepentingan dan aktivitas organisasi. Keahlian ini sangat penting bagi manjemen puncak. Kemampuan seorang manajer untuk naik ke puncak yang lebih tinggi juga tergantung pada kemampuannya untuk memahami peran kerja departemen lain seperti keuangan, marketing, personalia, dan lain-lain.
Selain keahlian teknis, keahlian interpersonal dan keahlian konseptual, ada empat keahlian tambahan lain yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Empat keahlian tersebut adalah sebgai berikut.
1.      Keahlian Diagnosis
Seorang manajer harus bisa menganalisis suatu masalah dalam organisasi dan mengembangkan solusinya. Apabila seorang manajer tidak bisa mendiagnosis suatu masalah maka ia bukanlah manajer yang baik.
2.      Keahlian Komunikasi
Seorang manajer harus mampu menyalurkan ide dan informasi kepada orang lain serta menerima ide dan informasi dari orang lain dengan baik sehinngga ia mampu mengkoordinasikan pekerjaan kepada rekan kerjanya. Tanpa komunikasi yang baik, tidak akan bisa terjalin kerja sama yang baik.
3.      Keahlian Manajemen Waktu
Manajer yang baik biasanya memiliki pengaturan waktu yang baik juga. Seorang manajer harus bisa memprioritaskan pekerjaan untuk bekerja secara efisien dan untuk membagikan pekerjaan ke anak buah secara tepat.
4.      Keahlian Pengambilan Keputusan
Manajer yang baik adalah manajer yang mampu mengambil keputusan. Setelah mendiagnosis suatu permasalahan, seorang manajer harus bisa mengambil keputusan yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah.
F.      Manajemen Menurut Islam
Manajemen modern yang berasal dari Barat cenderung mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya. Manajemen modern juga menganggap tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya sebagai manusia sosial. Manajemen modern menghasilkan manusia-manusia yang bekerja sampai larut malam tanpa ada lagi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga atau melaksanakan kehidupan sosial dengan masyarakat di sekitarnya.
Melihat perkembangan tersebut, para pakar manajemen mencoba menggali dan mencari referensi-referensi konsep dan ide manajemen berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam sumber-sumber Islam. Menurut Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia, Prof KH Ali Yafie, dalam Islam manajemen dipandang sebagai perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama.
Ada empat landasan untuk mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu: kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian. Seorang manajer harus memiliki empat sifat utama itu agar manajemen yang dijalankannya mendapatkan hasil yang maksimal. Yang paling penting dalam manajemen berdasarkan pandangan Islam adalah harus ada jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan menurut Islam merupakan faktor utama dalam konsep manajemen.
Manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. Batasan adil adalah pimpinan tidak ''menganiaya'' bawahan dan bawahan tidak merugikan pimpinan maupun perusahaan yang ditempati. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan dan memaksa bawahan untuk bekerja melebihi ketentuan. Seyogyanya kesepakatan kerja dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahan. Jika seorang manajer mengharuskan bawahannya bekerja melampaui waktu kerja yang ditentukan, maka sebenarnya manajer itu telah mendzalimi bawahannya. Dan ini sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.
Mohammad Hidayat, seorang konsultan bisnis syariah, menekankan pentingnya unsur kejujuran dan kepercayaan dalam manajemen Islam. Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat terpercaya dalam menjalankan manajemen bisnisnya. Manajemen yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, adalah menempatkan manusia bukan sebagai faktor produksi yang semata diperas tenaganya untuk mengejar target produksi.
Nabi Muhammad SAW mengelola (manage) dan mempertahankan (mantain) kerjasama dengan stafnya dalam waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat. Salah satu kebiasaan Nabi adalah memberikan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya.
Menurut Hidayat, manajemen Islam pun tidak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi) berdasarkan suku, agama, atau pun ras. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah bertransaksi bisnis dengan kaum Yahudi. Ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan pluralitas dalam bisnis maupun manajemen.
Hidayat mengungkapkan, ada empat pilar etika manajemen bisnis menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Pilar pertama, tauhid artinya memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya.
Pilar kedua, adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju.
Pilar ketiga, adalah kehendak bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal.
Dan keempat adalah pertanggungjawaban artinya Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.
Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.
HJM Anowar, konsultan manajemen internasional, melihat ciri manajemen Islami adalah amanah. ''Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah,'' katanya.
Seorang manajer, lanjutnya, harus memberikan hak-hak orang lain, baik mitra bisnisnya ataupun karyawannya. ''Pimpinan harus memberikan hak untuk beristirahat dan hak untuk berkumpul dengan keluarganya kepada bawahannya. Ini merupakan nilai-nilai yang diajarkan manajemen Islam,'' katanya.
Ciri lain manajemen Islami yang membedakannya dari manajemen ala Barat adalah seorang pimpinan dalam manajemen Islami harus bersikap lemah lembut terhadap bawahan. Contoh kecil seorang manajer yang menerapkan kelembutan dalam hubungan kerja adalah selalu memberikan senyum ketika berpapasan dengan karyawan karena senyum salah satu bentuk ibadah dalam Islam dan mengucapkan terima kasih ketika pekerjaannya sudah selesai. Namun kelembutan tersebut tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan tersebut melakukan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih.
Untuk aspek keadilannya, Anowar menekankan pentingnya reward control dalam suatu hubungan kerja. ''Islam mengajarkan kita harus bersyukur kepada manusia sebelum bersyukur kepada Allah,'' ujarnya. Artinya, seorang karyawan yang berprestasi tinggi mendapat penghargaan khusus. Bentuk penghargaan bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Berapa diantara manajer yang ada di Indonesia yang mengetahui tanggal lahir karyawannya terdekatnya?
Selain itu, setiap pekerjaan harus dilandasi dengan niat yang baik. Karena, niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang baik pula. ''Islam mengajarkan sesuatu harus diawali dengan niat baik,'' tegasnya.
2. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam dan Implikasinya.
Secara islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien.
Makna definitive ini selanjutnya memiliki implikasi-implikasi yang saling terkait dan membentuk satu kesatuan system dalam manajemen pendidikan islam.berikut ini penjabarannya.
Pertama, proses pengelolaan Lembaga Pendidika Islamsecara islami. Aspek ini menghendaki adanya muatan-muatan nilai islam dalam proses pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam.selanjutnya, upaya pengelolaan itu diupayakan bersandar pada pesan-pesan Al-Qur’an dan Hadist agar selalu dapat menjaga sifat islami.
Kedua, terhadap Lembaga Pendidikan Islam. Hal ini menunjukkan objek dari manajemen ini yang secara khusus diarahkan untuk menangani Lembaga Pendidikan Islam dengan keunikannya.
Ketiga,proses pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam secara islami menghendaki adanya sifat inklusif  dan eksklusif.
Keempat, dengan cara menyiasati. Frase ini mengandung strategi yang menjadi salah satu pembeda antara administrasi dan manajemen. Manajemen penuh siasat atau strategi yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. Demikian pula dengan manajemen Pendidikan Islam yang senantiasa diwujudkan melalui strategi tertentu. Adakalanya strategi tersebut sesuai dengan strategi dalam mengelola lembaga pendidikan umum, tapi bias jadi berbeda sama sekali lantaran adanya situasi khusus yang dihadapi Lembaga Pendidikan Islam.
Kelima, sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait. Sumber belajar di sini memiliki cakupan yang luas, yaitu: Manusia, Bahan, Lingkungan, Alat dan peralatan dan aktivitas. Adapun hal-hal lain yang terkait bisa berupa keadaan sosio-pilitik, sosio-kultural, sosio-ekonomik, maupun sosio-religius yang dihadapi oleh lembaga pendidikan islam.
Keenam,tujuan pendidikan islam. Hal ini merupakan arah dari seluruh kegiatan pengelolaan lembaga pendidikan islamsehingga tujuan ini sangat nemengaruhi komponen-komponen lainnya, bahkan mengendalikannya.
Ketujuh, efektif dan efisien. Maksudnya, berhasil guna dan berdaya guna.
Ditinjau dari perspektif system filsafat, rumusan definitive manajemen pendidikan islam tersebut telah mencakup sisi ontology,epistemology, dan aksiologi.[11]




BAB III
KESIMPULAN
            Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan Sumber Daya Manusia, sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
            Adapun unsur-unsur manajemen itu terdiri atas 6 M yakni Man, Money, Methode, Machines, Materials, dan Market. Pada dasarnya fungsi manajemen adalah Perencanaan, Pengorganisasian dan Evaluasi. Namun terdapat berbagai perbandingan dari para Ahli yang merujuk pada tujuan yang sama yakni tercapainya mutu pendidikan nasional.
            Maka keefektifan aktivitas manajemen dapat di pahami dari keefektifan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan. Selain itu, manajemen merupakan proses yang mengintegrasikan sumber- sumber yang semula tidak berhubungan satu dengan yang lainnyamenjadi suatu system yang menyeluruh untuk mencapai tujuan organisasi.
            Lebih lanjut bahwa Manajemen Pendidikan Islam merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan islam secara islami dengan cara menyiasati sumber-sumber belajar dan hal-hal lain yang terkait untuk mencapai tujuan pendidikan islam secara efektif dan efisien.







DAFTAR PUSTAKA

-Qomar, Mujamil. “Manajemen Pendidikan Islam”. Jakarta :Erlangga.
-Apriliya, Seni.2007. “Manajemen Sekolah Untuk Menciptakan Iklim Yang Kondusif”. Jakarta :Visindo Media Persada.
-Nurdin, Diding. (2007).”Manajemen Pendidikan “.Dalam Ali,M.,Ibrahim,R., Sukmadinata ,NS.,Sudjana,D., dan Rasjidin , W (penyunting)  Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana press.
-Rachim, Abd’.2008.”Manajemen Produksi” Jakarta: Perca.
-SP Hasibuan, Malayu. 2009.”Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Bumi Aksara.
-Widiarti dan Suranto. 2009. “Konsep Mutu Dalam Pendidikan Vokasi”. Semarang: Sindur press.




[1] Malayu S.P. Hasibuan,2009.”Manajemen Sumber Daya Manusia”. Jakarta: Bumi Aksara.PP.1-2
[2] Diding, Nurdin. (2007).”Manajemen Pendidikan”, Dalam Ali,M.,Ibrahim,R.,Sukmadinata.N.S.,dan Rasjidin, W (penyunting) Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press.P.225.
[3] Malayu SP. Hasibuan. Op. cit. P.1
[4] Widiarti dan Suranto. 2009. “Konsep Mutu Dalam Manajemen Pendidikan Vokasi”. Semarang: Sindur Press. P.13
[5] Malayu SP. Hasibuan. Loc. Cit.
[6] Ibid. P.2
[7] Ibid. p.13
[8] Mujamil ,Qomar.”Manajemen Pendidikan Islam” Jakarta: Erlangga. PP.231-232
[9] Malayu, SP. Hasibuan. Op.Cit. PP.3-4
[10]Diding, Nurdin. Op.Cit. P.230
[11] Mujamil, Qomar .Op.Cit. PP. 10-12

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar